Pages

Sabtu, 02 Oktober 2010

Nice Life



Awal bulan, identik dengan gajian, perasaaan senang berbunga-bunga, dan tentunya tidak ada rasa khawatir :). Saya juga merasa demikian, tapi saya adalah tipe pemikir, kalau ada masalah yang mengganjal akan sulit untuk bersikap tenang bagai tak terjadi apa-apa. Ya, mengawali bulan Oktober ini, saya mulai menetapkan segala sesuatu harus dilakukan dengan cepat,karena saya mempunyai tanggung jawab penting yang agak sulit untuk dicuekin, yaitu mengajar anak-anak UN SD dan SMP. Mikirkannya aja udah berasa cape.
Sejak tiga tahun yang lalu, saya sudah mengajar anak-anak SD dan SMP, awalnya cuma pengen bantu-bantu secara gw juga kerja part time sambilan kuliah dan karena lokasi ngajarnya juga deket (tinggal nyebrang doank) jadi kuterima. Anak-anak yang kuajar manis-manis semua. Ada juga yang bandel, tapi yaaa.. namanya juga anak-anak. Selama mengajar keluh kesah tidak terlalu berat. Beratnya yah sambil kuliah n kerja partime. Jadi sulit sekali bagi waktu, pokoknya tiap detik dan menit berasa berharga banget.

Dan sejak saya mendapat pekerjaan baru saya dua tahun lalu,saya pun berganti haluan ekspress ke tempat dimana saya bekerja sekarang. Awalnya saya menolak pekerjaan ini,karena waktunya sangat cepet masuknya, hari ini wawancara, besok masuk, mana g belom sempat bilang ma bos mau pindah kerja, maen tinggal gitu aja kan gak enak. So, saya belum mengatakan pada calon bos saya waktu itu sebuah persetujuan. Malamnya karena panik, saya menelpon bos saya, dan dia bilang "go ahead, kamu punya hak untuk memilih", ya, memang sih, tapi kan masa langsung ninggalin gitu aja pikirku. Mana calon bos yang ini garang, galak dan tidak menyenangkan, jelas aja mau kutolak. Tapi nasib berkata lain. Saya harus menerima karena saya juga butuh tempat magang buat makalah saya saat itu dan diterimalah pekerjaan itu. Ternyata hari-hari pertama mebuat saya sutreeeeesss T_T. Ditambah lagi yang ngajarin udah mau pindah, dan tampaknya agak kacau tapi karena sudah terlanjur saya pun bertahan,bahkan sampai saya lulus dan wisudapun saya masih bertahan. It's hard, but itu membuktikan saya bisa survive sampai sekarang ini. Thank's God! Engkau telah memberikan pelajaran berharga bahwa dalam menghadapi cobaan kita seyogyanya menjalankan nya dengan penuh keilkhasan dan ketulusan, walhasil akan baik hasilnya.


Hmmm.. sepertinya cukup sampai disini dulu. Lain kali akan ada cerita yang akan kumasukkan ke dalam blogku ini.


Cheers!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar