Pages

Selasa, 27 Maret 2012

Impian


"Setengah berlari aku mengejarmu.. Kau bahkan tidak menungguku dan terus berjalan. Hei, kakiku sakit. Aku tidak dapat mengejarmu lebih dari ini. Jika kau terus berjalan maka kau akan meninggalku kan?"
"Jangan mengeluh terus. Kamu bukan tipe anak manja yang suka mengeluh panjang lebar kan?"
"Sudah kubilang tunggu...."
"Kejarlah aku dengan sekuat tenagamu. Aku tidak dapat bertindak sebagai penunggu,peranku disini ada sebagai penggerak bagi pengejar seperti kalian".
"Impian yang menyusahkan," gugamnya.
"Mengeluh lagi.....," desah si pencuri start.
"Tunggu saja.. Aku akan mengejarmu dan mendapat dirimu, jadi jangan lari lagi ya kalau aku sudah mendapatmu."
"Coba saja." senyum si pencuri start.

Jumat, 23 Maret 2012

Kepada Langit


..angan-anganku tidak juga pergi hari itu. Ku dongakkan kepalaku ke atas langit biru. Seperti itukah langit? sepertinya sudah lama aku tidak memandang langit sebiru ini. Kapan terakhir kali aku memandang langit? Aku sudah lupa.
Segaris senyum tipis mengembang dan di benakku ada sesuatu. Ya. Sesuatu.. dan aku tahu sesuatu itu.

Rabu, 21 Maret 2012

Day 1


Banyak sekali yang berkecamuk di pikiran ku akhir-akhir ini. Setelah aku menjalani masa-masa jobless selama hampir 2 minggu, aku mulai mencari kegiatan yang menurutku menyamankan dan menenangkan. Sampai saat aku membaca sebuah novel yang menurutku sangat mengharukan. Aku sangat menyukai romantisme. Tapi sejujurnya ku katakan bahwa aku bukanlah tipe yang roman. Sahabatku mengatakan bahwa aku ini orangnya seperti patung. Diam dan tidak pandai berbicara.
Sedikit pembelaan, bahwa diriku bukan tidak pandai berbicara, tapi aku termasuk tipe yang sangat sulit membangun suasana. Jika aku berpergian dengan seorang pria, maka aku akan diam dan sulit berkomentar apapun. Terkesan sangat dingin dan kaku.
Aku tidak pandai berbicara roman. Tapi aku sangat memimpikan kehidupan asmaraku yang penuh dengan romantisme. Apakah mungkin?
Ku rasa tidak, tidak tanpa disertai keinginan ku untuk ikut menjadi seorang yang romantis. Setelah membaca buku ”Autumn in Paris” aku tersadar akan satu hal. Bahwa di dunia ini ternyata ada yang begitu indah, hanya bagi sebagian manusia hal itu disebut cinta tetapi bagi sebagian disebut sebagai tragedi.
Aku mengerti satu hal, bahwa cinta tidak mengenal usia maupun orang. Dan seperti itukah yang kurasakan pada dia? Kurasa belum. Aku tidak tahu sejauh mana aku mengenalnya. Tidak pada dirinya maupun diriku. Berkali-kali aku menarik kesimpulan bahwa kami adalah teman. Tapi sejarah masa lalu terus mengekang benakku. Aku ternyata mengharapkannya. Mengharapkan seseorang yang sudah berpaling jauh. Aku tidak tahu kapan aku harus berhenti ataukah harus terus melangkah. Aku bimbang..... Terjerat di jalan tanpa akhir. Ku harap ini terakhir kalinya aku menulis tentangnya. Aku ingin melupakan segalanya. Apakah mungkin bisa? Bisa tanpa aku harus bertemu dengannya dan mengatakan langsung kepadanya? Aku benci kenyataan, kenyataan selalu pahit dan datangnya bertubi-tubi. Aku takut jika aku pergi ke sana, aku akan mencarinya lagi. Kemudian berharap dan menunggunya. Terus berulang hingga tidak ada akhir....Maafkan aku. Seandainya ada dewa penolong, aku pasti akan berani mengatakanny kepadamu. Butuh keberanian yang cukup besar tahu untuk mengatakannya.
Aku harus membuka lembaran baru. Tidak ada gunanya terus menoleh ke belakang. Jika menoleh terus ke belakang aku tidak akan pernah tahu siapa yang akan menarik tanganku di depan. Jika aku terus berharap, dan menutup mataku aku tidak akan pernah menemukan matahari indah sedang bersinar di luar sana.

Senin, 12 Maret 2012

New Life

Hollaaa... saya sekarang sedang menikmati hidup saya yang pengangguraan. Tapi pengganguran saya menyenangkan lho. Saat ini saya ikut program diet. Program ini sudah ku mulai sejak 3 hari lalu. Produknya lumayan mahal... T.T tapi gpp demi kesehatan yang semakin hari semakin merasa makin buruk ini.
Singkatnya saya memiliki masalah jantung dan tekanan darah serta kejang otot. Bayangkan saja, kadang-kadang saya bisa merasakan sangat capek walaupun saya tidak sedang olahraga. Memang ada rencana olahraga, tapi kadang-kadang masalah malas dan tak ada teman olahraga membuat saya mengurungkan niat saya. Jadilah sekarang saya mengonsumsi dietary formula dan kesehatan yang bernama Herbalife. Mudah-mudahan dapat membantu mengatasi masalahku ini.Jika sudah berhasil akan saya tunjukkan hasilnya disini. ;)

Kamis, 08 Maret 2012

My Sh*itty Boss!

Sekarang ini saya resmi resign dari perusahaan yang sudah ku katakan berkali-kali mau resign itu. Sebenernya perusahaan tempat saya bekerja sangat baik. Jam kerja yang oke, karyawan yang baik, dan pekerjaan yang santai. Tetapi yang membuat saya tidak betah tidak lain adalah leader saya sendiri. Pertama masuk dan di interview olehnya, firasat saya sudah buruk. Orang ini tidaklah baik. Dan ternyata benar! Begitu saya masuk, saya langsung di serang berbagai omelan yang tidak tepat sasaran. Dia sama sekali tidak bijak. Jika bijak ia akan tahu dengan jelas bahwa pekerjaan yang saya pegang adalah pekerjaan yang tidak mudah tanpa training dari orang yang resign terdahulunya. Saya mulai menaruh curiga pada saat dia mengatakan bahwa senior saya bersalah karena meninggalkan dia lah dan berbagai alasan lain untuk meyakinkan saya bahwa ex-karyawannya tersebut jelek. Mengapa masih harus mempermasalahkan kesalahan orang lagi apabila memang kamu melepaskannya dan menyuruh ia untuk cepat-cepat pergi. Dia licik dan master of Drama Queen. Dan kejadian yang terjadi pada senior saya akhirnya menimpa saya juga.
Sekarang tinggal dua karyawan teman saya yang masih bekerja disana. Mudah-mudahan saat mereka menemukan yang lebih baik, mereka segera angkat kaki juga dari tempat tersebut. Jika tidak, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi budak nya untuk seumur hidup mereka.