Minggu, 26 Februari 2012
Minggu, 19 Februari 2012
Wrong Person
Tuing.. Tuing.. Tok.. Tok.. Kau tahu tidak? Sebenarnya aku ingin sekali memanggilmu dan mengajakmu bercerita. Entah itu kejadian hari ini atau rencana masa depan. Kamu tahu tidak? Sebenernya aku ingin kamu seperti dulu lagi, ketika ku panggil, kamu langsung menyapaku kembali dengan senyummu. Ahh, aku kangen dengan dirimu yang dulu. Tapi jika sekarang aku memanggilmu, terasa ada yang janggal, ada rasa takut kalau aku menggangu. Apakah aku pengganggu bagimu? Apakah kau tidak mengganggapku seperti dulu lagi? Mungkin memang benar aku pengganggu, bahkan ketika aku ingin sekali bercerita denganmu, kamu lebih memilih meladeni teman mu yang lain, pengganti diriku.
Saat ku kirim pesan singkat ke ponselmu kamu mengacuhkanku dan memilih merespon teman mu itu. Terima kasih. Mungkin itu sudah cukup. Kadang aku meragukan kejujuranmu, tapi terkadang tidak. Tapi sebenarnya keraguanku terbukti juga. Selamat kepada dirimu yang sudah sukses menampik hatiku. Dan kuharap rasa " kangen " itu tidak pernah muncul lagi terhadapmu.
Saat ku kirim pesan singkat ke ponselmu kamu mengacuhkanku dan memilih merespon teman mu itu. Terima kasih. Mungkin itu sudah cukup. Kadang aku meragukan kejujuranmu, tapi terkadang tidak. Tapi sebenarnya keraguanku terbukti juga. Selamat kepada dirimu yang sudah sukses menampik hatiku. Dan kuharap rasa " kangen " itu tidak pernah muncul lagi terhadapmu.
Kamis, 16 Februari 2012
Ramalan
Tidak ada yang kekal di dunia ini, termasuk aku. :)
Beberapa hari yang lalu iseng-iseng aku mencoba peramalan Cina yang katanya sangat tepat itu. Kami bertiga mencobanya satu persatu. Sebenarnya ini bukan tentang peramal yang memakai topi besar panjang, baju jubah dan tampangnya mistis. Bukan seperti itu. Dia adalah tetangga saya. Tinggalnya tidak jauh dari rumah saya. Tapi kalau ditanya apakah dia nenek-nenek? iya.. hihihi.. tapi masih kuat lohh dan pandai berdandan. Aku suka dengan gayanya. Celoteh dan pintar berbicara, ramah pula.
Yang meramal pertama ada teman kerja saya, umurnya 22 tahun shio kuda. Hasilnya: hidupnya bagus, banyak yang menyukai dia, pemurah, baik hati, pintar mengurus rumah tangga, dan pastinya hokinya baik sekali, cocok membuka toko dan akan sukses di umur tiga puluhan tahun nanti :)
Yang kedua : teman kerja saya juga. Umurnya 20 tahun, shio Monyet. Hidupnya lebih baik dari teman saya yang pertama tadi, meskipun tidak disebutkan dia pandai mengurus rumah tangga, dan sebagainya, tapi ia di sebut kan akan menjadi tuan rumah yang baik dan boss yang baik tentunya. hahaha... hoki mujur sekali.
Yang ketiga adalah saya :) Walaupun nasib kedua teman saya di atas mujur, tapi tidak dengan saya. Saya masih harus bekerja keras untuk membeli rumah! Tuhaan, lancarkanlah saya untuk bisa membeli rumah untuk berteduh dari panas dan hujan. Saya disebutkan mendapatkan suami yang baik.. Ihiy.. :)Aminnn... kemudian walaupun kehidupan saya tidak sebaik kehidupan lampau saya, tapi tetap harus waspada terhadap hal-hal yang jelek. Mengambil pelajaran dari masa lampau untuk terus waspada terhadap orang manapun.
Sekian dulu update kali ini.
Saya sudah ngantuk. :)
Beberapa hari yang lalu iseng-iseng aku mencoba peramalan Cina yang katanya sangat tepat itu. Kami bertiga mencobanya satu persatu. Sebenarnya ini bukan tentang peramal yang memakai topi besar panjang, baju jubah dan tampangnya mistis. Bukan seperti itu. Dia adalah tetangga saya. Tinggalnya tidak jauh dari rumah saya. Tapi kalau ditanya apakah dia nenek-nenek? iya.. hihihi.. tapi masih kuat lohh dan pandai berdandan. Aku suka dengan gayanya. Celoteh dan pintar berbicara, ramah pula.
Yang meramal pertama ada teman kerja saya, umurnya 22 tahun shio kuda. Hasilnya: hidupnya bagus, banyak yang menyukai dia, pemurah, baik hati, pintar mengurus rumah tangga, dan pastinya hokinya baik sekali, cocok membuka toko dan akan sukses di umur tiga puluhan tahun nanti :)
Yang kedua : teman kerja saya juga. Umurnya 20 tahun, shio Monyet. Hidupnya lebih baik dari teman saya yang pertama tadi, meskipun tidak disebutkan dia pandai mengurus rumah tangga, dan sebagainya, tapi ia di sebut kan akan menjadi tuan rumah yang baik dan boss yang baik tentunya. hahaha... hoki mujur sekali.
Yang ketiga adalah saya :) Walaupun nasib kedua teman saya di atas mujur, tapi tidak dengan saya. Saya masih harus bekerja keras untuk membeli rumah! Tuhaan, lancarkanlah saya untuk bisa membeli rumah untuk berteduh dari panas dan hujan. Saya disebutkan mendapatkan suami yang baik.. Ihiy.. :)Aminnn... kemudian walaupun kehidupan saya tidak sebaik kehidupan lampau saya, tapi tetap harus waspada terhadap hal-hal yang jelek. Mengambil pelajaran dari masa lampau untuk terus waspada terhadap orang manapun.
Sekian dulu update kali ini.
Saya sudah ngantuk. :)
Jumat, 10 Februari 2012
Kamis, 09 Februari 2012
Ketidaksempurnaan
Suatu saat, jika kau membaca ini mungkin sudah terlambat untuk berbalik ke arahmu dan menggapai tangan yang kau ayunkan padaku.
Bodoh! Bodoh! Bodoh! Bodoh sekali aku melepaskan seseorang yang terbik bagiku. Saat kusadari, dirinya telah pergi jauh. Sulit untuk sekedar kutanyai, "sudahkah pulang? sudahkah makan? atau sedang memikirkan apa kamu?". Memang sesal datangnya terlambat. Dan tidak akan ada yang dapat memperbaikinya selain minta maaf. Tetapi ketakutan di relung hati ini ada. Meski kami duduk berhadapan dan membicarakan topik - topik yang ringan. Takut memulai topik yang sensitif. Benar, aku salah. Benar adanya aku egois.
Bila boleh di perbaiki, aku ingin kau ulangi. Jika kau mengayunkan tanganmu padaku, dengan tersenyum akan ku sambut tanganmu.
Ini nih hasil membaca blog orang yang super menyentuh, meski ceritanya berbeda, tapi kurang lebih sama.
Bodoh! Bodoh! Bodoh! Bodoh sekali aku melepaskan seseorang yang terbik bagiku. Saat kusadari, dirinya telah pergi jauh. Sulit untuk sekedar kutanyai, "sudahkah pulang? sudahkah makan? atau sedang memikirkan apa kamu?". Memang sesal datangnya terlambat. Dan tidak akan ada yang dapat memperbaikinya selain minta maaf. Tetapi ketakutan di relung hati ini ada. Meski kami duduk berhadapan dan membicarakan topik - topik yang ringan. Takut memulai topik yang sensitif. Benar, aku salah. Benar adanya aku egois.
Bila boleh di perbaiki, aku ingin kau ulangi. Jika kau mengayunkan tanganmu padaku, dengan tersenyum akan ku sambut tanganmu.
Ini nih hasil membaca blog orang yang super menyentuh, meski ceritanya berbeda, tapi kurang lebih sama.
Jumat, 03 Februari 2012
Suckkkkk..........
Jika kau bertanya apakah hariku baik hari ini? Aku menjawab , buruk. Aku benci jika di sudutkan terus menerus. Aku yang sudah bekerja kurang lebih tiga tahun di perusahaannya ini di beri komentar yang tidak menyenangkan. Memang aku tidak pandai menyahut omelan orang yang aku tahu sendiri bahwa orang tersebut sangat tidak suka orang memotong khotbahnya. Aku mengerti. Tapi di antara khotbahnya itu aku merasa dadaku dihimpit, aku merasa nafasku sesak. Ada sesuatu yang tertahan didalamnya dan membuatku ingin menumpahkannya pada seseorang. Aku tidak mau memperlihatkannya di depannya. Tapi setelah dia sudah puas mengomeliku, ia akan pergi melapor pada bawahannya dan mengatai kejelekanku. Tolong, aku juga manusia biasa. Aku bukan manusia sempurna. Kesalahan ku kalau memang tidak dapat diterima silahkan berhentikan saja saya. Perlakukanmu yang menyudutkan aku lebih sakit daripada aku di pecat kurasa. Engkau ingin dimengerti olehku, tapi dirimu tidak mau mengerti posisiku. Maaf nyonya, aku tidak dapat bekerja di bawah tekanan yang terus kau berikan padaku saat kau marah, karena jika aku memaksakan bekerja, kesalahan akan terus muncul karena otakku merespon segala yang kau keluarkan dari mulutku. Munafik bila aku bilang aku tidak ambil hati. Hati yang sudah sedemikan besarnya ku pompa di perusahaan itu mengempis seketika.
Bad days always come.
Bad days always come.
Langganan:
Komentar (Atom)


