Jika kau bertanya apakah hariku baik hari ini? Aku menjawab , buruk. Aku benci jika di sudutkan terus menerus. Aku yang sudah bekerja kurang lebih tiga tahun di perusahaannya ini di beri komentar yang tidak menyenangkan. Memang aku tidak pandai menyahut omelan orang yang aku tahu sendiri bahwa orang tersebut sangat tidak suka orang memotong khotbahnya. Aku mengerti. Tapi di antara khotbahnya itu aku merasa dadaku dihimpit, aku merasa nafasku sesak. Ada sesuatu yang tertahan didalamnya dan membuatku ingin menumpahkannya pada seseorang. Aku tidak mau memperlihatkannya di depannya. Tapi setelah dia sudah puas mengomeliku, ia akan pergi melapor pada bawahannya dan mengatai kejelekanku. Tolong, aku juga manusia biasa. Aku bukan manusia sempurna. Kesalahan ku kalau memang tidak dapat diterima silahkan berhentikan saja saya. Perlakukanmu yang menyudutkan aku lebih sakit daripada aku di pecat kurasa. Engkau ingin dimengerti olehku, tapi dirimu tidak mau mengerti posisiku. Maaf nyonya, aku tidak dapat bekerja di bawah tekanan yang terus kau berikan padaku saat kau marah, karena jika aku memaksakan bekerja, kesalahan akan terus muncul karena otakku merespon segala yang kau keluarkan dari mulutku. Munafik bila aku bilang aku tidak ambil hati. Hati yang sudah sedemikan besarnya ku pompa di perusahaan itu mengempis seketika.
Bad days always come.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar