Seperti perahu kertas
Yang tak berdaya, melawan arus
Jatuh, rusak dan hancur diterjang air hujan.
Ya, perahu itu tak sekokoh yang diharapkan.
Sekali lagi, ia tertabrak berkali kali dan akhirnya hancur,
tenggelam, di bawa derasnya air di kala itu.
Tak berdaya bukan?
Dan, cinta, apakah seperti itu adanya?
Takutkah jika kita memulai?
Bimbangkah kamu akannya?
Tak berani melangkah, jauh, tetapi mengikuti perkembangan arus.
Dan akhirnya ia harus karam dan terbawa arus selamanya.
Suatu saat, bisakah ia sejenak saja berlabuh,
atau bahkan selamanya berlabuh, pada pelabuhan kasihnya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar