
Hari melelahkan, pekerjaan sedang numpu-numpuknya, penat membelah otak.
Benar-benar membuat sebel, kesal, ditambah lagi bahwa ternyata saia tercipta sebagai anak yang tak berani membantah. Ya kalau dimarah anaknya nurut aje. (padahal dalam hati serasa pengen gampar orang :p). Aaahh, seandainya saia dimarahpun saia tidak mengapa. Bukan kali ini saja toh, tetapi untuk menghadapi orang-orang seperti ini, harusnya memperkuat diri dengan kata-kata "SABAR"; "PATIENT" or whatever words that have the same meaning with that Word.
Mungkin tidak worth it memang karena toh saia udah berusaha membuat diri menjadi lebih baik, bagaimanapun saia ini manusia biasa. Bukan robot, bukan pula komputer yang bisa langsung mencetak segala keinginan orang dalam waktu yang singkat, bukan pula seorang yang mempunyai kekuatan super yang bisa langsung menolong atau membaca pikiran orang sehingga segala urusan dapat terselesaikan.
YA, saya memang manusia biasa. Saya hanya bisa tertawa perih, senyam senyum kecut dan muka yang terpaksa harus ku tegakkan dengan ekspresi 1/2 senang dan 1/2 nya lagi muka bete.
Maaf kalau saia memang tidak dapat melakukan keinginan atau memenuhi keinginan Kanjeng Mami. Tapi bolehkah saya mengatakan bahwa "pikiran dan hati dingin mampu mendinginkan panasnya neraka dan menghilangkan api neraka"?
Demikianlah keluhan seorang anak manusia yang tak berdaya. Mohon pamit dari hadapan sodara-sodara. :)
liebe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar