Humble Apple
ketika matahari tenggelam, masih ada bintang cantik setelahnya
Kamis, 03 Mei 2012
Secret Admire
Halooo... Sebelum masuk, mau bersih-bersih blog dulu *ambil kemoceng, bersih-bersih*. :D
Nah, hari ini aku iseng-iseng beresin lemari, terbongkar tas ransel kecil,sederhana, dan di sanalah aku menyimpan surat-surat ku. Eits.. surat apa? Surat dari temanku, surat cinta dan surat dari seorang secret admire! Pada heran kan? Surat ini sudah lama, tanggalnya tertulis 22 Oktober 2003. Ntah kenapa aku dulu memang bukan seorang yang suka merespon surat-surat dari orang yang tidak dikenal seperti ini. Hah? Aku punya banyak secret admires berarti? No, No, NO.! Cuma satu, dan memang aku pernah membalas sekali dua kali. Terakhir surat tersebut bergambar tokoh komik kesukaanku. "Mikko" dari komik "Hai! Mikko!", tapi setelahnya aku tidak membalasnya karena aku memang sedang sibuk-sibuknya menyesuaikan diri dengan SMA ku. Walau berasal dari sekolah yang sama, SMP dan SMA , satu yayasan maksudnya, aku agak kesulitan sebenarnya karena ada sebagian teman-teman baru. Yah, singkatnya aku tidak pernah bertemu dengan secret admire ku ini. Penasaran juga akhirnya. Well, mungkin kalo memang jodoh bakal ketemu lagi. Ciao...
Rabu, 25 April 2012
Tengil rusuh
Dear Nenek,
Mungkin dulu saya pernah bekerja untuk anda, dan pernah mengabdi pada anda. Diriku yang kadang suka curhat tentang keadaan seseorang. Tentu saja orang tersebut saya peduli. Jika tidak saya akan masa bodoh. Terus terang saya bukan ahli gosip. Saya merasa tidak boleh menyembunyikan hal ini dari anda, dimana anda ada penanggungjawab anak ini disini. Dia, tidak tinggal bersama orang tuanya. Dirinya hanya belajar sambil mencari pengalaman bekerja sebagai seorang admin, tidak digaji, tetapi diberi tunjangan. Berasal dari keluarga berada? Tentu, karena itulah saya khawatir. Orang kaya tidak pernah sayang uangnya. Walau dia berusaha membuktikan dia penghemat, mencari uang sendiri (dari bermain game tentunya),hasil menadah transferan orang tuanya perbulan yang jumlahnya melebihi gaji kami bekerja di kantor sana, tapi tetap saja saya khawatir. Orang kaya emang orang kaya. Tidak pandai menghargai uang. Dan pikiranku ini terbukti bukan? Maaf saja, saya bukan ahli gosip. Saya bukan suka mencari musuh. Tapi jika orang tersebut pernah merusak warna hidup saya, saya tidak akan segan-segan mengumandangkan hal sebenarnya kepada orang lain, agar orang lain tidak tertipu oleh tampang muka tak berdosanya. Berkata hal yang sebenarnya, itu bukan GOSIP kan?! Gosip itu pengertiannya menyebarkan isu yang belum tentu benar faktanya, jika saya mengumandangkan fakta berarti itu bukan gosip! Saya hanya tidak ingin hal yang buruk terjadi. Sesederhana itu.
Maaf ya, jika pikiranmu bilang saya ahli ikut campur urusan orang lain, saya membantah. Jika bukan dirimu yang kupedulikan, aku tidak suka mencampuri urusan orang lain. Lebih baik saya tidur saja di rumah. hehehe
Rabu, 18 April 2012
Stupid!
Selamat malam dunia.
Tiga sampai empat hari ini aku sibuk mengubek-ngubek sejuta alasan untuk berhenti. Tapi saya marah,saya marah karena dia seenaknya saja mengatai orang. Tidakkah dia mengenal hak untuk memilih? Tidakkah dia mengenal kewajiban untuk menghormati hak seserang? Bodoh!
Lebih baik berhenti saja. Karena awal saja sudah buruk kan.. Apalagi tengah dan akhirnya? Tak dapat saya bayangkan.
Terkadang saya lebih berpikir untuk disini, sendiri saja. Karena saya tidak di ganggu. Saya ingin sendiri.
Jika kau masih bersikeras, saya tidak akan segan-segan mengatakan apa yang ada di benakku.
Saya lelah, tolong berhenti meracuni pikiran sodara-sodara saya. Semoga saya tidak pernah mengatakan :" saya menyesal mengenalmu".
Senin, 16 April 2012
O.O
Hai,
Aku rindu padamu. Bukan rindu yang sulit, hanya rindu duduk bersama, mengobrol bersamamu dan tertawa bersamamu, walau tawamu agak cempreng. hehehe.. bukan maksud menyinggung yah.
Ya, aku rindu bersamamu. Walau kita belum pernah bersama sebelumnya. Tapi ingat aku merindukan kamu.
Selasa, 10 April 2012
Fool
Nah, di sinilah saya. Menceritakan seluruh kejadian lucu yang saya alami hari ini.
Tadi saya bertemu, yah.. bertemu seseorang.Kami sama-sama tidak pandai bercerita, kaku dan tidak nyaman tentunya.
Yah, dia adalah salah satu kenalan laki-laki saya, mungkin tadi lebih tepat disebut kencan dibandingan pertemuan pertama. Karena pertemuan pertama telah saya lakukan pada saat acara pernikahan anak dari Samjie kalo saya panggilnya. Bukan sodara dekat sih, bisa dibilang sodara beda darah. Dan.. tadi kami bertemu lagi. Saya ternyata grogi, padahal biasanya saya bakal memasang tampang sok cool seraya tidak grogi tapi tadi saya benar-benar grogi. Ternyata dia tidak seburuk yang saya perkirakan. Dia yaah tampan, badan dengan body atletis bikin setiap cewek yang ngeliat serasa jatoh hatinya, tapi sayangnya dia terlalu pendiam. Yah, mungkin karena baru pertama bertemu. Kami sama-sama diam, kadang-kadang menyahut kalo ada pertanyaan, dan juga kadang-kadang bertanya kalo tidak ada pertanyaan. Intinya kami seperti patung.
Hahaha.. lucu kesannya, bisa dibayangkan apa yang saya pikirkan saat itu juga, saya ingin kabur dari sana dan pergi ke mall jalan-jalan sendirian, tentunya harapan saya terwujud, tapi cuma yang terakhir itu. Saya tidak kabur, tapi setelah pertemuan itu saya menenangkan diri di mall. Mengudek-ngudek bagian makanan dan membeli mayonaise. Wah, saya memang kepikiran makan salah akhir-akhir ini, terutama karena saya sedang menjalankan program diet kali ya.
Dia menanyai saya setelah saya pulang ke rumah, saya senang. Tetepi shio kami bertentangan. Tidak tahu apa yang harus ku lakukan. :(
Selasa, 03 April 2012
Penantian

Dear H
Aku di sini, menerawang memandang langit. Ketika senja datang dan kau tidak kunjung datang. Saat hujan turun, dan matahari tenggelam di antara butiran hujan.
Aku di sini, saat kau datang dengan cahaya di tanganmu. Tersenyum dan berbicara padaku. Bagai sahabat lama yang tidak pernah bertemu sekian lamanya. Kau duduk di depanku, beriringan berlomba menyahut obrolan yang silih berganti. Dengan wajah yang malu, tapi berani.
Aku di sini, ketika roda waktu sudah berputar ke sekian kalinya. Mendentang lantang tidak mau kalah. Tidak sekalipun berhenti untuk istirahat.
Dan aku masih terus di sini, saat kau mengacuhkan segalanya. Melupakan sejarah manis yang pernah kau buat. Menoreh luka kecil di hatiku.
Dan jika kau mau tahu? Aku masih tetap di sini. Menunggu hari saat aku bisa mengatakan segalanya bagimu. Mengaku kepadamu.
Tidak di manapun... namun di sini.
Selasa, 27 Maret 2012
Impian

"Setengah berlari aku mengejarmu.. Kau bahkan tidak menungguku dan terus berjalan. Hei, kakiku sakit. Aku tidak dapat mengejarmu lebih dari ini. Jika kau terus berjalan maka kau akan meninggalku kan?"
"Jangan mengeluh terus. Kamu bukan tipe anak manja yang suka mengeluh panjang lebar kan?"
"Sudah kubilang tunggu...."
"Kejarlah aku dengan sekuat tenagamu. Aku tidak dapat bertindak sebagai penunggu,peranku disini ada sebagai penggerak bagi pengejar seperti kalian".
"Impian yang menyusahkan," gugamnya.
"Mengeluh lagi.....," desah si pencuri start.
"Tunggu saja.. Aku akan mengejarmu dan mendapat dirimu, jadi jangan lari lagi ya kalau aku sudah mendapatmu."
"Coba saja." senyum si pencuri start.
Langganan:
Komentar (Atom)


