Rabu, 25 April 2012
Tengil rusuh
Dear Nenek,
Mungkin dulu saya pernah bekerja untuk anda, dan pernah mengabdi pada anda. Diriku yang kadang suka curhat tentang keadaan seseorang. Tentu saja orang tersebut saya peduli. Jika tidak saya akan masa bodoh. Terus terang saya bukan ahli gosip. Saya merasa tidak boleh menyembunyikan hal ini dari anda, dimana anda ada penanggungjawab anak ini disini. Dia, tidak tinggal bersama orang tuanya. Dirinya hanya belajar sambil mencari pengalaman bekerja sebagai seorang admin, tidak digaji, tetapi diberi tunjangan. Berasal dari keluarga berada? Tentu, karena itulah saya khawatir. Orang kaya tidak pernah sayang uangnya. Walau dia berusaha membuktikan dia penghemat, mencari uang sendiri (dari bermain game tentunya),hasil menadah transferan orang tuanya perbulan yang jumlahnya melebihi gaji kami bekerja di kantor sana, tapi tetap saja saya khawatir. Orang kaya emang orang kaya. Tidak pandai menghargai uang. Dan pikiranku ini terbukti bukan? Maaf saja, saya bukan ahli gosip. Saya bukan suka mencari musuh. Tapi jika orang tersebut pernah merusak warna hidup saya, saya tidak akan segan-segan mengumandangkan hal sebenarnya kepada orang lain, agar orang lain tidak tertipu oleh tampang muka tak berdosanya. Berkata hal yang sebenarnya, itu bukan GOSIP kan?! Gosip itu pengertiannya menyebarkan isu yang belum tentu benar faktanya, jika saya mengumandangkan fakta berarti itu bukan gosip! Saya hanya tidak ingin hal yang buruk terjadi. Sesederhana itu.
Maaf ya, jika pikiranmu bilang saya ahli ikut campur urusan orang lain, saya membantah. Jika bukan dirimu yang kupedulikan, aku tidak suka mencampuri urusan orang lain. Lebih baik saya tidur saja di rumah. hehehe
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar